Beda paspor & visa

Beda Paspor dan Visa

Azra Solution,Banten – Dua dokumen penting ini sangat Anda butuhkan saat ingin bepergian ke luar negeri. Bagi yang terbiasa bepergian ke luar negeri, kedua dokumen ini mungkin sudah tidak asing lagi. Tapi bagaimana dengan orang biasa, atau orang yang belum pernah ke luar negeri? Tentu mereka akan bertanya, apa bedanya paspor dan visa?

Kedua dokumen penting ini memiliki fungsi yang berbeda, mari kita jelaskan apa yang perlu Anda ketahui tentang perbedaan antara visa dan paspor.

LEMBAGA YANG BERBEDA
Paspor adalah dokumen yang dikeluarkan oleh lembaga resmi negara sebagai tanda identitas warga negara selama berada di negara asing. Lebih sederhananya, paspor adalah kartu identitas yang berlaku di negara lain. Paspor Indonesia diterbitkan oleh agen imigrasi. Anda dapat mengetahui cara mengajukan paspor online di sini.

Visa adalah dokumen yang Anda gunakan sebagai tanda izin untuk memasuki suatu negara. Visa dikeluarkan oleh kedutaan negara untuk diproses. Jika Anda ingin mengunjungi suatu negara tetapi tidak memiliki visa, bersiaplah untuk dikenakan sanksi. Anda juga bisa dideportasi karena itu ilegal.

MEMPUNYAI FUNGSI YANG BERBEDA
Karena kedua file tidak sama, tujuannya berbeda. Kami biasanya menggunakan paspor sebagai tanda kewarganegaraan yang sah, sementara visa bisa menjadi surat izin yang aman dan dapat diterima untuk negara yang ingin Anda kunjungi. Paspor ini dapat dimiliki oleh semua warga negara, tetapi tidak harus dimiliki oleh semua orang, tidak seperti visa. Karena setiap negara memiliki aturan dan keistimewaan untuk menolak pelamar.

JENIS PASPOR & VISA
Ada perbedaan jenis dari dua dokumen penting ini, dan jenis paspor dan visa yang berbeda menentukan masa berlakunya. Nah, berikut ini adalah jenis-jenis paspor yang berlaku di Indonesia.

(Paspor Hijau) Paspor biasa untuk masyarakat umum yang ingin berkunjung ke suatu negara

(Paspor Biru) Paspor resmi, digunakan untuk pejabat pemerintah atau penasihat yang bepergian ke luar negeri
Paspor diplomatik untuk perjalanan diplomatik.

Paspor berlaku selama 5 tahun dan kedutaan dapat mencabut kepemilikan tanpa pemberitahuan. Jika Anda ingin memperpanjang masa berlaku paspor, Anda bisa langsung mendatangi Kantor Imigrasi untuk melakukannya sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Lihat info lebih lanjut di sini. Ada juga beberapa jenis visa tergantung pada tujuan tiba di negara tersebut. Di bawah ini adalah beberapa jenis visa.

Visa jangka pendek untuk turis dengan masa berlaku 15-30 hari dan dilampirkan pada tiket pulang yang Anda pesan sebelumnya
Visa pelajar, untuk pelajar asing, berlaku sampai akhir masa studi
Visa pekerja sementara bagi pekerja asing yang berkomitmen untuk kembali ke negara asalnya setelah masa kerja berakhir. Apabila masa berlakunya terlampaui, maka akan dikenakan sanksi berupa pemulangan ke negara asal.

JENIS & VARIASI BIAYA
Perbedaan antara paspor dan visa berikutnya adalah paspor berisi data pribadi, tanda tangan, dan halaman kosong yang dapat digunakan sebagai catatan perjalanan ke luar negeri. Jumlah halaman bervariasi dari 24 hingga 48 halaman. Jika Anda sering bepergian ke luar negeri, Anda harus memilih halaman 48, karena halaman kosong ini akan diisi dengan stempel visa. Proses pembuatan visa berbeda-beda tergantung negara yang akan kamu tuju, kamu bisa cek detailnya di sini.

Jumlah halaman dalam paspor juga menentukan biaya produksi, tentunya paspor 48 halaman lebih mahal daripada paspor 24 halaman. Dan visa menyesuaikan undang-undang imigrasi masing-masing negara. Visa biasanya berupa stempel atau stiker, termasuk paspor Anda, tetapi ada juga formulir elektronik.

Dari beberapa perbedaan di atas, kesimpulannya adalah paspor dapat dikeluarkan tanpa visa, tetapi visa tidak dapat dikeluarkan tanpa paspor. Sekarang Anda tahu perbedaan antara paspor dan visa? Jadi jangan bingung atau malah salah, apalagi menghalangi rencana perjalanan Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Visa Services

Business Services

About Azra Pradipa Solusi

We help our clients in obtaining visas for entering Indonesia. If you need to get to Bali or another island in Indonesia, please contact us. We will explain to you how to get a visa, help you collect the necessary documents, and get a visa for entry.

And in Indonesia, we will help you choose the most profitable field for starting a business, tell you how to do it efficiently and without problems, and provide legal support for starting a company. visa indonesia visa business indonesia pengurusan visa indonesia

Get Connected with Us

Contact US

  Info@Azraid.com

📍  Jakarta & Banten Office
Jl.Ki Ajurum No.07 Cipocok Jaya KecamatanCipocok Kecamatan Cipocok Kota Serang Banten(42121)
☏  +6281289462599

📍   Bali Office
Jl Dewi Sri I No.20 Legian Kec Kuta Kab Badung,Bali (80361)
☏  +628111842300

Additional Requirements for Non-Indonesian Applicants

Applicants from these following countries/territories below will be required to come himself/herself to apply visa application at the Royal Thai Embassy in Jakarta.

Applicants from South Asian Countries (Bangladesh, Nepal, Pakistan and Sri Lanka) must provide additional documents as follows;
1. 3 application forms, 3 photographs and 3 sets of supporting documents
2. Requires a copy of Temporary Resident Permit (KITAS) or Permanent Resident Permit (KITAP)
3. Evidence of accommodation in Thailand and travel itinerary
4. Letter of employment/enrollment from company or university/school (if applicable)
5. The visa process will take at least 1 week

Applicants from some African Countries (Algeria, Cameroon, Central African Republic, DR Congo, Republic of Congo, Egypt, Equatorial Guinea, Ghana, Guinea, Libya, Liberia, Nigeria, São Tomé and Príncipe, Sierra Leone, Somalia, and Sudan)
1. 3 application forms, 3 photographs and 3 sets of supporting documents
2. Requires a copy of Temporary Resident Permit (KITAS) or Permanent Resident Permit (KITAP)
3. Evidence of accommodation in Thailand and travel itinerary
4. Letter of employment/enrollment from company or university/school (if applicable)
5. The visa process will take at least 1 week
*Applicants from Nigeria are required to give a “Certificate of Clearance” issued by the National Drug Law Enforcement Agency of Nigeria (NDLEA) that has been legalized by Nigeria MFA and the Royal Thai Embassy in Abuja, dated within 6 months

Applicants from other African Countries (Angola, Benin, Botswana, Burundi, Cape Verde, Chad, Cote d’Ivore, Djibouti, Gambia, Kenya, Malawi, Mali, Niger, Rwanda, Senegal, Togo, Uganda, Zimbabwe, Zambia, Madagascar, Mozambique, Guinea Bissau, Ethiopia, Tanzania, Swaziland, Burkina Faso, Eritrea, Gabon, Comoros, Lesotho, Namibia, Seychelles, South Africa, and South Sudan)
1. Requires a copy of Temporary Resident Permit (KITAS) or Permanent Resident Permit (KITAP)
2. Evidence of accommodation in Thailand and travel itinerary
3. Letter of employment/enrollment from company or university/school (if applicable)
4. The visa process will take at least 1 week

Applicants from Middle Eastern Countries (Lebanon, Palestine, Saudi Arabia, Syria, and Yemen)
1. 3 application forms, 3 photographs and 3 sets of supporting documents
2. Requires a copy of Temporary Resident Permit (KITAS) or Permanent Resident Permit (KITAP)
3. Evidence of accommodation in Thailand and travel itinerary
4. Letter of employment/enrollment from company or university/school (if applicable)
5. Police Record issued by the Indonesian National Police
6. The visa process will take at least 1 week

Applicants from China must provide additional documents as follows;
1. 4 application forms, 4 photographs and 4 sets of supporting documents
2. Evidence of accommodation in Thailand and travel itinerary
3. Letter of employment/enrollment from company or university/school (if applicable)
4. The visa process will take 1-2 week

Applicants from Afghanistan, Iran, Iraq and DPRK must apply in person and provide additional documents as follows;
1. 4 application forms, 4 photographs and 4 sets of supporting documents
2. Requires a copy of Temporary Resident Permit (KITAS) or Permanent Resident Permit (KITAP)
3. Evidence of accommodation in Thailand and travel itinerary
4. Letter of employment/enrollment from company or university/school (if applicable)
5. Police Record issued by the Indonesian National Police
6. The visa process will take approximately 4-6 weeks

Applicants from the following countries are required to present yellow fever vaccination certificate:

Angola, Argentina, Benin, Bolivia, Brazil, Burkina Faso, Burundi, Cameroon, Central African Republic, Chad, Colombia, Congo, Congo Republic, Cote d’Ivoire, Ecuador, Equatorial Guinea, Ethiopia, French Guiana, Gabon, Gambia, Ghana, Guinea Bissau, Guinea, Guyana, Kenya, Liberia, Mali, Mauritania, Niger, Nigeria, Panama, Paraguay, Peru, Rwanda, Sao Tome and Principe, Senegal, Sierra Leone, Somalia, Sudan, Suriname, Tanzania, Togo, Trinidad and Tobago, Uganda, and Venezuela.